Kaum Hawa Harus Mempelajari Tentang Fiqih Wanita

Islam merupakan agama yang mengatur segala kehidupan manusia dengan sebaik mungkin. Bahkan aturan tersebut terdapat dalam Al Quran dan Hadist yang menjadi pedoman umat Islam dalam beragam maupun kehidupan sehari-hari. Di dunia ini terdapat pria dan wanita yang masing-masing memilki perbedaan baik dari segi fisik, sifat bahkan hingga kodratnya. Bila berbicara mengenai pria dan wanita, dalam Islam seorang wanita dipandang mempunyai keistimewaan yang tidak terdapat pada pria. Meskipun kedudukan pria dan wanita kini dipandang sama namun wanita menurut Islam memiliki kesitimewaan tersendiri dan begitu dimuliakan. Sebuah cabang ilmu Islam mempelajari tentang fiqih wanita dimana cabang ilmu ini menjelaskan mengenai hukum dan aturan dalam Islam yang berkaitan dengan wanita. Tentunya fiqih untuk wanita ini memang penting dipelajari oleh setiap muslimah agar kehidupannya sesuai dengan syariat Islam.

Alasan Pentingnya Belajar Fiqih Tentang Wanita

Fiqih merupakan sebuah cabang ilmu dalam Islam yang sangat penting dipelajari. Sebab cabang ilmu inipasti memiliki tujuan dan kepentingan bagi umat Islam. Dalam hal ini ilmu fiqih terbagi menjadi beberapa macam salah satunya yaitu fiqih tentang wanita. Mungkin banyak yang masih belum memahami tentang fiqih untuk wanita dan bertanya-tanya mengapa butuh ilmu fiqih untuk wanita secara khusus. Padahak kedudukan pria dan wanita dalam Islam adalah sama dan sederajat.

Terdapat banyak alasan yang melatarbelakangi kenapa membutuhkan kajian khusus mengenai ilmu fiqih khusus wanita. Diantara alasan tersebut yaitu karena Allah SWT tak hanya menciptakan pria saja namun juga wanita. Selain itu Allah SWT menciptakan wanita berbeda dengan pria baik secara fisik maupun psikis. Hal tersebut menjadikan hukum-hukum Allah SWT yang diturunkan juga berbeda untuk pria dan wanita. Ilmu fiqih untuk wanita mempunyai peran yang penting sehingga bagi setiap muslimah penting mempelajarinya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai alasan pentingnya belajar ilmu fiqih untuk wanita yang perlu anda ketahui.

pexels.com
  1. Al Quran Banyak Berbicara Tentang Wanita
    Al Quran merupakan pedoman hidup bagi umat Islam dan menjadi kitab terakhir sekaligus mukjizat Rasulullah SAW. Dimana dalam Al Quran tersebut banyak mengangkat permasalahan seputar wanita. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya nama-nama surat dalam Al Quran yang mencerminkan perkara penting di dalamnya terkait dengan wanita. Beberapa contoh nama surat tersebut diantaranya Surat Maryam, An-Nisa’, At-Thamrin, Al-Mujadalah, Saba’ dan lain sebagainya.
  2. AllahSWT Menciptakan Wanita Selain Pria
    Dalam QS An-Nisa ayat 1 menjelaskan tentang keberadaan, jati diri serta eksistensi wanita. Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan bahwa adanya para wanita maka akan menjadikan jumlah pria dan wanita menjadi lebih banyak. Meskipun pada awalnya Allah SWT hanya menciptakan satu orang saja yaitu Nabi Adam namun akhirnya dari satu orang pria ini Allah menciptakan banyak pria dan wanita. Disebutkannya wanita secara khusus pada awal penciptan maka memberikan isyarat kuat mengenai keberadaan wanita. Keberadaan wanita memang tak bisa diabaikan karena posisinya yang khusus dan untuk itulah perlu adanya kajian mengenai fiqih untuk wanita.
  3. Allah SWT Menciptakan Wanita Berbeda dengan Pria
    Selamaini banyak kalangan yang memiliki pandangan bahwa baik pria maupun wanita itu sama saja. Namun dalam kenyatannya baik pria maupun wanita diciptakan oleh Allah dengan perbedaan dan keunikan. Hal tersebut jelas membuktikan bahwa pria dan wanita memanglah tidak sama. Hal tersebut juga diperkuat dalam QS Ali Imran ayat 36 yang menjelaskan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan. Selain itu dalam hal pembagian harta warisan, Allah SWT juga menetapkan bahwa bagian warisan yang diterima oleh anak laki-laki sertara dengan bagian dua anak perempuan. Perihal pembgaian warisan tersebut juga diperkuat dengan penjelasan dalam QS An-Nisa yat 11. Tentunya kajian ini menjadikan keberadaan fiqih tentang wanita tak bisa dipungkiri keberadaannya.
  4. Wanita dan Pria Berbeda Secara Fisik
    Allah memang menciptakan wanita berbeda dengan pria. Hal tersebut sudah terjadi sejak seorang anak lahir ke dunia bahkan sejak dalam kandungan ibunya. Sebab Allah SWT menciptakan janin bayi laki-laki dan perempuan yang secara bilogis berbeda. Saat berada di dalam kandungan, semua organ janin masih belum berfungsi namun janin perempuan sudah mempunyai organ reproduksi seperti saluran indung telur, rahim, dan lain sebagainya. Allah sudah menciptakan secara biologis dan faal meskipun baru berfungsi ketika janin tersebut lahir ke dunia dan tumbuh. Adanya perbedaan secara biologi pada wanita sejak dilahirkan ke dunia maka seorang wanita tentunya berbeda dengan pria. Terdapat beberapa perbedaan yang terjadi pada wanita dan pria yaitu :
  • Wanita di usia memasuki remaja akan mengalami sunatullah dengan mendapat darah haid yang keluar setiap bulan. Sedangkan pria tidak mengalami haid ini sampai kapanpun.
  • Bentuk tubuh wanita pasti berbeda dari pria dan hal tersebut berkaitan dengan peran dan fungsinya.
  1. Wanita dan Pria Berbeda Secara Psikis
    Allah SWT menciptakan wanita dan pria berbeda secara biologis sehingag secara otomatis secara psikis baik wanita maupun pria mempunyai kondisi yang berbeda. Itulah sebabnya secara psikis wanita memang tidak bisa disamakan dengan pria. Hal tersebut menjadikan dalam syariat Islam psikis wanita dan pria mempunyai peran serta fungsi yang berbeda. Misalnya dalam hal menjadi saksi, dimana ketika seorang wanita menjadi saksi maka kesaksian tersebut harus diperkuta dengan wanita lainnya. Sehingga bila wanita menjadi maka setidaknya dibutuhkan dua wanita sebagai saksi. Perkara tersebut juga dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 282.
  2. Hukum yang Allah Turunkan Berbeda Antara Wanita dan Pria
    Pada kenyataannya banyak ayat di dalam Al-Quran serta hadist yang memperlakukan wanita dengan perlakuan hukum yang berbeda. Dimana apa yang halal bagi wanita belum tentu halal juga bagi pria dan begitu juga sebaliknya. Selain itu apa yang wajib untuk wanita belum tentu wajib juga untuk pria dan begitu juga sebaliknya. Sebut saja perkara aurat bag wanita dan pria yang memang sangat berbeda batasannya. Dimana untuk seorang wanita auratnya bagi laki-laki yang tidak halal baginya yaitu seluruh tubuh kecuali bagian wajah serta kedua telapak tangannya. Sedangkan batasan aurat laki-laki yaitu hanya bagian antara pusat dan lutut. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ketentuan syariah Allah SWT untuk wanita dan pria memang tidaklah sama. Dengan demikian kajian khusus mengenai fiqih untuk wanita merupakan sebuah hal yang mutlak dibutuhkan.
  3. Islam Turun untuk Mengangkat Harkat Seorang Wanita

Pada masa jahiliyah, wanita diperlakukan seperti halnya harta benda. Dimana dahulu anita bisa diwariskan dalam artian bila seorang ayah menikahi seorang wanita lalu sang ayah meninggal dunia maka wanita yang dinikahinya tersebut akan diwariskan pada anak lelakinya. Namun dalam Islam, wanita diperlakukan begitu terhormat sehingga seorang wanita mempunyai harta ekslusif dimana seorang wanita bisa mengelola sendiri tanpa adanya paksaan maupun intervensi dari oranglain. Selain itu wanita juga memiliki hak memilih pria yang akan dijadikan suami. Sang Ayah sebagai seorang wali juga berkewajiban menikahkan anak gadisnya dengan pria yang diridhai. Dalam Islam, seorang wanita berhak atas mahar dari mempelai pria. Dimana sesudah akad nikah dilaksanakan maka mahar tersebut akan menjadi milik sang istri sepenuhnya. Dengan demikian suami tidak berhak mengambil mahar tersebut tanpa seizin sang istri. Wanita dalam Islam tidak boleh dijadikan mahar tetapi wanitalah yang menentukan serta menerima mahar. Islam juga membatasi jumlah maksimal istri yang boleh dinikahi oleh seorang pria yaitu maksimal 4 orang. Mengenai hal tersebut dalam QS An-Nisa juga telah disebutkan mengenai ketentuan tersebut.

pexels.com

Ayat Al-Quran yang Menjelaskan Fiqih Tentang Wanita

Setelah mengetahui alasan pentingnya belajar fiqih tentang wanita selanjutnya hal tersebut akan semakin diperkuat dengan adanya ayat Al-Quran yang berkaitan dengan fiqih untuk wanita. Berikut ini akan dijelaskan ayat Al-Quran tentang fiqih untuk wanita yang perlu anda ketahui.

  1. Surat An-Nisa’
    Surat An-Nisa’ terdiri dari 176 ayat dimana didalamnya banyak mengupas tentang masalah fiqih yang berkaitan dengan wanita. Terdapat 10 ayat yang berkaitan dengan wanita dalam surat An-Nisa’ ini antara lain :
  • Ayat 3 : Bolehnya seorang pria muslim menikahi empat wanita sekaligus.
  • Ayat 4 : Kewajiban suami untuk memberikan mahar.
  • Ayat 6 : Menikahkan anak wanita yang sudah siap menikah.
  • Ayat 11-12 : Islam memberi hal pada wanita harta warisan.
  • Ayat 15 :Membahas tentang kasus istri yang selingkuh dan berzina.
  • Ayat 22-23 : wanita-wanita yang haram dinikahi.
  • Ayat 25 : Pria yang tidak mampu menikahi wanita dengan mahar tinggi maka bisa menurunkan kriteria dengan menikahi wanita yang maharnya lebih rendah.
  • Ayat 34 : Suami menjadi pemimpin wanita dalam urusan domestik.
  • Ayat 127 : Meminta fatwa tentang wanita.
  • Ayat 128 : masalah wanita nusyuz dari suaminya.
  1. Surat Maryam
    Surat ini berisi kisah tentang seorang Ibu dari Nabi Isa a.s yang melahirkan anak tanpa ayah namun atas kehendak Allah SWT. Cacian dan makian datang dari masyarakat sekitar terhadap Ibu Nabi Isa tersebut. Namun dari kisah tersebut dapat memberikan pelajaran besar mengenai peran seorang wanita dalam agama Islam. Dimana seorang wanita haruslah menjaga kehormatan serta kemuliaan dirinya.
  2. Surat An-Nur
    Di dalam surat ini memang tidak ada kaitannya dengan urusan wanita tetapi jika didalami maka terdapat perkara yang berkaitan dengan masalah wanita. Berikut beberapa ayat dalam surat An-Nur yang berkaitan dengan masalah tersebut.
  • Ayat 2-10 : Masalah wanita yang berzina dengan laki-laki selain suaminya serta hukumnya.
  • Ayat 11-20 : Fitna dan tuduhan perselingkuhan terhadap istri Rasulullah SAW yaitu Aisyah yang disebarkan oleh orang munafiqin Madinah.
  • Ayat 23-26 : Hukuman untuk orang yang menuduh berzina pada wanita baik-baik.
  • Ayat 31 : Kewajiban wanita untuk menutup aurat terhadap laki-laki yang bukan mahram.
  • Ayat 58 : Kewajiban meminta izin untuk masuk ke kamar suami istri dalam tiga waktu.
  1. Surat Al –Hujurat
    Surat ini bermakna kamar-kamar dalam artian kamar-kamar yang dihuni oleh istri-istri Rasulullah SAW. Surat ini memang tidak menjelaskan tentang masalah wanita tetapi berkaitan dengan gangguan para sabahat saat Rasululah SAW berada di dalam kamar para istrinya.
  2. Surat Al-Mujadalah
    Surat ini menceritakan mengenai wanita yang berdebat dengan Rasulullah SAW mengenai hak-haknya yang diambil oleh sang suami dengan cara dsiihar. Wanita tersebut lalu mengadukan nasibnya kepada Allah SWT kemudian dari langit Allah menjawab pengaduannya tersebut.
  3. Surat Al-Mumtahanah
    Surat ini menjelaskan tentang kisah Rasulullah SAW dengan para istrinya dalam menjalani lika-liku rumah tangga. Salah satunya sata Rasulullah SAW menguji para istrinya tersebut.
  4. Surat At-Thalaq
    Surat ini menjelaskan tentang pemutusan hubungan ikatan pernikahan antara suami dan istri. Dimana surat ini menjelaskan ketentuan bagi wanita pada masa iddah setelah bercerai atau kematian suaminya.
  5. At-Thahrim
    Surat ini menjelaskan sikap Rasulullah SAW saat mengharamkan dirinya untuk istri-istrinya kemudian Allah menegurnya.
pexels.com

Perkara Tentang Wanita yang Diatur dalam Fiqih untuk Wanita

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa dalam Islam terdapat hukum yang mengatur tentang perkara yang berkaitan dengan wanita. Hal tersebut bukan bertujuan untuk merendahkan wanita namun justru memuliakan wanita. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dijelaskan mengenai perkarang tentang wanita yang diatur dalam fiqih untuk wanita.

  1. Rukun Mandi Wajib Wanita
    Mandi wajib merupakan mandi yang sebaiknya dilakukan oleh seorang muslim untuk membersihkan dirinya dari hadast besar dengan melakukan rukun-ruku yang sudah ditetapkan. Dimana mandi wajib ini berlaku bagi pria maupun wanita. Pada wanita, mandi wajib dilakukan salah satunya setelah hadi karena hadi adalah najis yang mengahalangi seorang wanita untuk beribadah. Untuk itulah ketika wanita telah selesai hadi maka wanita wajib untuk bersuci dengan mandi wajib haid. Rukun mandi wajib untuk wanita dilakukan setelah haid dimulai dengan niat mandi besar, membersihkan kotoran dan najis yang menempel di tubuh menggunakan air, meratakan air pada seluruh bagian anggota tubuh termasuk bagian lipatan dan rambut.
  2. Larangan Bagi Wanita yang Sedang Haid
    Ketika seorang wanita mengalami haid maka ada beberapa hal-hal yang dilarang dan sebaiknya diketahui oleh wanita maupun pria. Para pria wajib tahu karena pria akan menjadi pendamping wanita serta bila mempunyai sanak keluarga wanita maka bisa menjelaskan mengenai masalah ini. Berikut beberapa larangan bagi wanita yang sedang haid yang perlu diketahui.
  • Tidak Diwajibkan Solat
    Wanita yang sedang haid atau nifas diharamkan menjalankan solat wajibdan solat sunah. Namun wanita tak perlu mengganti solat tersebut ketika ia suci dilain hari. Hal tersebut juga dijelaskan dalam sebuah hadist serta disepakati oleh para ulama.
  • Tidak Diwajibkan Puasa
    Wanita yang sedang haid memang tidak diperkenankan untuk menjalankan puasa. Namun wanita tersebut hrus mengganti ibadah puasa yang ditinggalkan selama haid di hari lain ketika ia sudah suci. Hal ini juga berlaku bagi para wanita yang sedang mengalami nifas.
  • Haram Menyetubuhi Wanita yang Haid
    Berdasarkan Al-Quran dan Hadist diketahui bahwa bagi wanita yang sedang atau nifas dilarang untuk disetubuhi. Namun masih diperbolehkan untuk bercumbu selama tidak melakukan senggama di kemaluan.
  • Menyentuh Mushaf Al-Quran
    Seorang wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan menyentuhAl-Quran karena seorang yang haid sedang dalam kondisi tidak suci. Tetapi wanita haid masih diperbolehkan membaca Al-Quran selama tidak menyentuhnya. Bila memang dibutuhkan menyentuh Al-Quran maka bisa menggunakan pembatas misalnya dengan kain.
  1. Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui
    Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap musim yang sudah baligh, tidak sakit, berakal, tidak dalam perjalanan jauh serta suci dari haid maupun nifas bagi wanita. Namu bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui maka tidak diwajibkan atau sunnah melaksanakan puasa Ramadhan. Hal tersebut bertujuan agar tidak membahayakan janin atau bayinya. Namun wanita yang tidak berpuasa karena hamil atau menyusui harus mengganti puasanya di hari lain selain bulan ramadhan atau memberikan fidyah.
  2. Masa Iddah Wanita
    Wanita yang ditalak oleh suaminya baru bisa menikah lagi setelah wanita tersebut melalui masa iddahnya. Bila masih dalam masa tersebut maka suami masih bisa rujuk tanpa melakukan akad baru. Namun bila sudah melewati masa iddah dan suami ingin rujuk kembali maka harus melalui akad baru. Maksud dari masa iddah sendiri adalah waktu yang terhitung untuk menunggu kosongnya rahim yang bisa dihitung dari kelahiran atau hitungan bulan. Dalam Islam masa iddah seorang wanita terbagi menjadi 2 yaitu masa iddah wanita yang suaminya meninggal dan wanita yang tidak ditinggal mati oleh suaminya. Wanita yang suaminya meninggal maka masa iddahnya tergantung dari sedang mengandung atau tidak. Bila mengandung maka masa iddah dihitung sampai melahirkan. Namun bila tidak hamil maka masa iddahnya adalah 4 bulan 10 hari. Sedangakan untuk wanita yang suaminya tidak meninggal maka masa idahnya terbagi menjadi 4 yaitu untuk wanita yang hamil masa iddahnya sampai ia melahirkan, wanita yang memiliki quru’ mengalami haid maka harus menunggu hingga tiga kali quru. Wanita yang tidak memiliki masa haid maka masa iddahnya 3 bulan serta wanita yang dicerai sebelum disetubuhi maka masa iddahnya tidak ada.

    pexels.com
  3. Wanita yang Disunnahkan Bekerja
    Dalam Islam wanita dibebaskan bekerja selama masih sejalan dengan tanggung jawab keluarga serta berpedoman untuk tujuan membantu suami atau keluarga dengan memberikan bantuan finansial, mewujudkan kepentingan masyarakat muslim, dan berkorban di jalan yang baik.
  4. Hukum Mewarnai Rambut Bagi Wanita Muslim
    Dalam Islam, hukum menyemir atau mewarnai rambut bagi wanita selalin memakai warna hitam adalah halal. Terkecuali bila mengubah warna rambut agar menyerupai orang kafir maka hukumnya menjadi haram.
  5. Pakaian Bagi Wanita Muslim
    Dalam berpakaian, seorang wanita muslim sebaiknya tetap memperhatikan syarat yang ditentukan dalam Islam yaitu pakaian tersebut menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, bukan pakaian untuk berhias atau dihiasi bunga atau gambar yang berwarna-warni, pakaian tidak tipis yang tidak menampakkan lekuk tubuh serta tidak diberi wewangian. Selain itu sebaiknya pakaian wanita tidak menyerupai pakaian pria sehingga akan lebih aman bila wanita memakai baju gamis.
  6. Mahar Pernikahan
    Dalam Islam pernikahan merupakan ibadah sunnah yang wajib dilakukan bagi wanita atau pria yang sudah ingin menikah. Salah satu syarat menikah adalah adanya mahar yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita. Adapun mahar tersebut merupakan permintaan dari mempelai wanita namun sebaiknya tidak memberatkan mempeli pria. Setelah akad nikah dilakukan maka mahar tersebut merupakan milik mempelai wanita. Sedangkan mempelai pria tidak berhak mengambil mahar tersebut tanpa seizin dari mempelai wanita.

Selain penjelasan di atas sebetulnya masih banyak hal-hal yang berkaitan dengan fiqih wanita yang sebaiknya perlu diketahui. Namun setidaknya penjelasan di atas sudah cukup menambah wawasan bagi wanita muslim agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembelajaran ilmu fiqih. Untuk itulah belajar tentang ilmu fiqih sebaiknya dilakukan mulai dari sekarang agar seorang wanita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *