Ingat! Menjadi Kaya Hanya Wasilah, Bukan Tujuan Hidup Muslimin!

Menjadi kaya mungkin keinginan banyak orang. Namun sebagai seorang muslim, kita harus tahu apa kedudukan kaya yang sesungguhnya di mata agama. Sejatinya, Islam memandang kaya hanya wasilah, bukan tujuan hidup. Kaya memang membantu kita mendekatkan diri sebaik mungkin kepada Allah, namun menjadi kaya hingga seolah hidup berlebihan tentu bukan apa yang Allah ingin kita lakukan. Maka dari itu, dalam berbisnis, bekerja, atau mencari penghasilan dalam bentuk apapun, kita harus berorientasi pada akhirat, bukan pada dunia saja. Lalu bagaimanakah sejatinya bersikap terhadap kekayaan? Yuk, ikuti ulasan dibawah ini!

Apa itu Wasilah?

Dilansir dari Al-Manhaj.or.id, wasilah bisa diartikan sebagai hal yang digunakan untuk mendekatkan diri pada sesuatu. Bisa diartikan pula, wasilah adalah perantara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ada 3 hal yang sering dilakukan oleh muslimin dalam bertawassul, yaitu :

  1. Masyru’

Tawassul dengan cara ini artinya mendekatkan diri kepada Allah melalui amal shalih selama ia hidup di dunia. Biasanya, ia selalu memuji Allah di setiap ucapannya. Bisa juga, muslim tawassul dengan berkunjung ke orang saleh dan meminta mereka sebagai perantara doa.

  1. Bid’ah

Cara kedua dalam bertawassul ini biasanya berupa cara-cara yang tidak disebutkan atau tidak sesuai syari’at namun dilakukan lantaran sudah menjadi kebiasaan.

  1. Syirik

Terakhir, jenis tawassul ini sangat dilarang oleh Allah SWT. Salah satu contoh mendekatkan diri pada Tuhan dengan cara ini adalah dengan meminta doa kepada mereka yang sudah meninggalkan dunia, misalnya leluhur dan sebagainya. Harap diingat, mendoakan boleh, namun meminta doa jangan dilakukan ya.

pxhere.com

Apa Maksud Kaya Hanya Wasilah?

Nah, cara mendekatkan diri kepada Allah dalam bahasan kali ini yakni dengan kekayaan. Maksudnya bukan berarti jika sudah menjadi orang kaya, kita dapat diterima di sisi Allah dan lebih mulia dari yang lain. Melainkan maksud dari kaya sebagai wasilah adalah tentang bagaimana kita memanfaatkan kekayaan tersebut untuk mendekat ke Tuhan dengan melakukan segala kebajikan.

Mungkin banyak diantara kita dulu saat masih kecil ditanya, apa yang kita inginkan nanti saat sudah dewasa kelak. Kita mungkin menjawab ingin menjadi dokter, ingin menjadi pengusaha, atau ingin menjadi presiden. Tujuannya mungkin hanya satu, yakni agar mendapat kekayaan, hidup mapan, dan dihormati orang. Mungkin hanya sebagian kecil juga yang berpikir kita ingin menjadi dokter, menjadi pengusaha, atau menjadi presiden agar bisa mendapat rahmat Allah nanti di akhirat karena pahala yang didapat. Bahkan mungkin sekarang pun masih begitu, bukan? Kita masih ingin kaya karena ingin hidup enak, bukan kaya untuk mencari ridho Allah semata.

Maka dari itu, mulai sekarang Anda yang masih ingin kaya agar bisa hidup nyaman di dunia, mohon merubah mindset ya. Ubahlah keinginan kaya untuk hidup enak menjadi kaya agar bisa mendekatkan diri pada Allah dan berbuat kebaikan di jalan-Nya. Dengan begitu, InsyaAllah apa yang menjadi tujuan kita dikabulkan oleh Allah. Bukankah lebih menyenangkan jika kita bisa kaya di dunia dan kaya di akhirat?

pxhere.com

Cara Bertawassul dengan Kekayaan yang Baik

Salah satu cara mendekatkan diri pada Allah melalui kekayaan yang kita punya adalah dengan rajin bersedekah. Selain membersihkan harta, melancarkan rezeki, menambah amal ibadah, bersedekah juga merupakan sabda Rasulullah SAW. Nabi berkata jika setiap muslim wajib bersedekah, entah berapa kadarnya. Bukankah malu jika kita sebagai orang kaya tidak bersedekah sementara mereka yang hidupnya jauh dibawah kita masih mampu menyumbang di masjid?

Selain disabdakan oleh Rasulullah, bersedekah juga dijanjikan kebahagiaan oleh Allah SWT. Allah berjanji barang siapa yang mau bersedekah, maka Ia menjamin kesuksesan hidup orang tersebut di dunia dan di akhirat. Ia berjanji akan memenuhi semua kebutuhan mereka yang bersedekah. Sebaliknya, Allah juga akan memenuhi tangan-tangan mereka yang enggan bersedekah dengan kesibukan dan berbagai kebutuhan hidup dunia yang tidak akan ada habisnya. Firman Allah ini disabdakan oleh Rasulullah yang ditulis dalam Hadits Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim.

pxhere.com

Selain itu, manfaat sedekah juga untuk menghilangkan kegelisahan, kesulitan, dan kesusahan. Mereka yang ingin cita-citanya terkabul, maka hendaklah banyak bersedekah. Pasalnya, Allah tidak suka dan tidak akan menaruh simpati kepada mereka yang hanya memikirkan kebutuhan duniawinya sendiri saja. Hal ini dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya yang dimuat di Hadits Riwayat Ibnu Majah dengan sanadnya hasan.

Maka dengan bahasan-bahasan tersebut, sadarlah betapa beruntungnya Anda yang memiliki kekayaan. Dengan harta yang berlimpah dan ibarat kata bisa membeli gunung emas, Anda bisa menjangkau Kasih Allah hanya dengan bersedekah. Lalu apa yang Anda tunggu? Segera gantilah obsesi hidup Anda. Jangan sampai kaya menjauhkan Anda dari Tuhan. Jadikan kaya hanya wasilah, bukan tujuan utama atau bahkan obsesi Anda.

Demikianlah ulasan kali ini tentang kekayaan alias dalam dunia bisnis bisa dibilang net worth. Semoga ulasan ini dapat membantumu hidup lebih baik dan bermanfaat dalam meningkatkan ibadah. Sukses selalu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *