Ini Dia Obat Batuk Bayi 6 Bulan

Bayi mengalami batuk ketika tenggorokan, trakea atau bagian dalam pada paru-parunya mengalami iritasi hingga infeksi.  Batuk juga menjadi salah satu cara tubuh untuk melindungi diri dan bagian dari reaksi normal dalam membersihkan lendir pada saluran pernapasan. Biasanya batuk yang dialami bayi itu merupakan bagian dari infeksi yang disebabkan oleh virus flu biasa dan akan mereda dalam waktu dua minggu. Tetapi Anda juga tidak boleh menganggap remeh, dan harus tahu jenis, penyebab dan obat batuk yang sangat aman untuk diberikan kepada si kecil.

Jenis-jenis batuk yang diderita bayi 6 bulan

Jenis batuk itu ada dua, batuk kering dan basa. Biasanya, seorang bayi yang mengalami batuk akan menderita gejala-gejala seperti demam, radang tenggorokan, mata memerah, hidung tersumbat, tak nafsu makan dan terlalu rewel. Tidak hanya itu, biasanya akan muncul bengkak pada bagian kelenjar getah bening pada bagian lengan, leher atau di bagian belakang kepala.

 

Bayi yang baru berusia di bawah enam bulan biasanya hanya akan mengalami batuk ringan. Tetapi, jika batuk tersebut terjadi terlalu sering, maka itu dapat diartikan sebagai pertanda serius. Jika hal yang sudah terjadi adalah demikian, maka sebagai seorang ibu, Anda harus memberikan obat kepada si kecil. Badan regulasi obat dan makanan AS tidak merekomendasaikan obat batuk yang dijual bebas untuk dikonsumsi si kecil yang masih berusia di bawah dua tahun, dengan alasan obat batuk tersebut biasanya memiliki efek samping yang tidak sembarangan dan bisa mengancam nyawa si kecil.

www.pexels.com

 

Batuk pilek sering sekali menyerang bayi baru lahir, biasanya batuk pilek pada bayi berlangsung antara 2-3 hari dengan penyebab tersering adalah virus, tetapi bila terjadi lebih dari satu minggu, ada kemungkinan terjadi infeksi bakteri lanjutan atau disebabkan karena alergi. Pada dasarnya ada perbedaan antara pilek dan flu. Meskipun pilek dan flu adalah infeksi saluran pernapasan, dimana keduanya disebabkan oleh virus, namun jenis virus nyang menyebabkan pilek dan flu berbeda. Berdasarkan pengetahuan umum terdapat 200 jenis virus yang dapat menyebabkan pilek sedangkan virus penyebab flu adalah virus influenza. Karena jumlah virus penyebab pilek sangat banyak, maka sampai sekarang belum ada vaksin yang diberikan untuk mencegah pilek. Namun vaksin untuk mencegah flu sudah tersedia. Berikut ini adalah batuk pilek yang harus diwaspadai oleh para orang tua :

 

  • Croup

 

Croup dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan karena laring dan saluran pernapasan yang menuju paru-paru (trakea) membengkak. Sehingga bayi akan mengeluarkan bunyi batuk yang sangat berat terkadang wajah bayi terlihat sangat merah. Biasanya gejalanya berupa panas, demam, dan adanya ingus didalam hidung. Penyakit ini biasanya menyerang anak yang berusia enam bulan hingga tiga tahun.

 

  • Rejan

 

Penyebab dari rejan adalah karena adanya infeksi bakteri, sehingga mempengaruhi paru-paru serta saluran udara. Biasanya ketika batuk bayi akan terengah-engah dan sulit bernapas. Gejala renan ditandai dengan flu dan demam ringan. Jika lebih dari tujuh hari dan belum ada tanda-tanda sembuh atau mereda maka perlu untuk dikonsultasikan ke dokter. Karena jika dibiarkan terlalu lama batuk ini akan berubah menjadi batuk kering. Untuk mengatasi hal ini biasanya perlu diberi vaksin pada bayi anda.

  • Brochiolitis

 

Bronchiolitis merupakan jenis infeksi yang sering dialami oleh bayi pada usia pertama atau satu tahun. Berdasarkan observasi batuk jenis ini dapat disebabkan oleh cuaca yang cenderung dingin. Hal ini dapat menyebabkan saluran udara kecil pada paru-paru terinfeksi dan tersumbat oleh lendir. Gejala yang terlihat pada bayoi pengidap bronchiolitis diantaranya adalah adanya ingus yang keluar dari hidung, batuk kering, kehilangan selera makan. Ketika tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan infeksi telinga sehingga ada cairan bening yang keluar dari telinga disertai demam tinggi, croup dan pneumonia. Maka setiap orang tua harus lebih waspada terutama ketika bayi dalam usia yang rentan yaitu dibawah tahun pertama karena pada saat usia tahun pertama tingkat kekebalan tubuh bayi belum terlalu kuat.

www.pexels.com

Daftar obat batuk untuk bayi 6 bulan yang aman dikonsumsi

 

Ada banyak cara sederhana yang bisa Anda gunakan untuk mengobati batuk si kecil, salah satunya yaitu dengan memberikan banyak ASI kepada si kecil. ASI dapat membantu tubuh bayi Anda dalam melawan infeksi. Selain itu, pemberian obat batuk untuk bayi enam bulan Anda juga dapat membantu mengobati batuknya. Berikut ini daftar obat batuk bayi 6 bulan.

 

  • Paracetamol Anak.

 

Sebagai seorang ibu, Anda bisa memberikan paracetamol sebagai obat untuk si kecil dengan ketentuan paling tidak si kecil sudah berusia dua bulan atau ia dilahirkan di usia kehamilan setelah 37 minggu serta berat badannya melebihi 4 kg. Paracetamil biasanya bisa digunakan untuk meredakan demam dan nyeri.tetapi perlu Anda ketahui bahwa paracetamol tidak bisa digunakan untk meringankan pembengkakan dan radang tenggorokan.

 

Namun paracetamol cenderung lebih aman untuk perut si kecil daripada ibuprofen. Sehingga Anda tidak perlu memberikannya makanan lebih dulu sebelum memberikan obatnya. Takaran dalam pemberian paracetamol juga harus tepat. Anda harus memberikannya kepada si kecil dalam rentan waktu empat sampai enam jam sekali dan tidak boleh lebih dari empat jam sekali dalam 24 jam. Jika si kecil juga mengonsumsi obat yang lain, maka pastikan obat tersebut tidak mengandung paracetamol. Biasakan untuk mematuhi aturan dosis yang telah diberikan.

 

  • Ibuprofen Anak

 

Ibuprofen yang khusus untuk anak bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengobati batuk si kecil. Anda bisa memberikan obat ini kepada si kecil yang sudah berumur tiga bulan dengan bobot tubuh minimal 5 kg. Ibuprofen biasanya berfungsi untuk menurunkan demam, mengurangi rasa nyeri, sakit dan peradangan.

 

Ibuprofen memang cenderung lebih kuat dari paracetamol. Sehingga Anda tidak bisa memberikannya lebih dari tiga dosis dalam waktu 24 jam. Biasanya jarak waktu pemberiannya adalah kurang dari 6 jam. Salah satu kelemahan dari obat ini adalah bisa megiritasi perut si kecil ketika Anda tak memberikannya secara tepat. Jika bayi Anda tidak makan dengan baik, maka jauh lebih baik jika memberikan obat ini bersama dengan makanannya.

 

  • Saline Drop

 

Sementara itu larutan tetes saline biasa digunakan untuk mengencerkan lendir kental agar bisa dikeluarkan dan membuat si kecil berasa lebih lega dalam bernapas. Teteskan larutan ini di lubang hidup bayi, kemudian hisap lendirnya menggunakan alat hisap lendir untuk membuang banyak lendir pada hidungnya. Larutan saline dapat dibeli di apotek dan bisa digunakan untuk melembabkan jalan napasnya akibat udara yang terlalu kering.

 

Berikut adalah penjelasan yang harus dilakukan bagi para orang tua ketika buah hati mengidap batuk yang disertai pilek :

 

  • Berikan asi eksklusif atau dengan cara meningkatkan cairan tubuh.

 

Asi merupakan sumber nutrisi utama yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi usia dibawah 6 bulan. Kandungan dalam asi dapat meningkatkan daya tahan tubuh pada bayi. Selain itu, ketika bayi atau buah hati mengisap payudara ini berfungsi untuk menutup saluran eustachius. Dimana saluran eustachius merupakan saluran yang menghubungkan hidung dengan telinga. Kondisi ini akan memperkecil risiko terjadinya infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri yang ada pada hidung dan tenggorokan. Selain itu bagi bayi yang sudah dalam usi MPASI atau 6 bulan ke atas juga dapat diberi minum air putih hangat mengingat 75% dari tuh manusia terdiri dari air. Hal tersebut dapat meredakan tenggorokan pada bayi.

www.pexels.com
  • Jemur buah hati pada pagi hari.

 

Menjemur buah hati atau bayi anda di pagi hari sangatlah membantu pencegahan penyakit batuk pilek dan sangat dibutuhkan untuk nutrisi kulit bayi. Waktu yang dianjurkan menjemur bayi yaitu sekitar pukul 7 pagi. Sinar matahari di waktu itu, sangat baik karena dapat membantu membunuh bakteri, virus, dan jamur.

 

  • Meredakan hidung bayi yang tersumbat.

 

Ketika bayi mengidap batuk pilek tentu pernapasan bayi anda akan sangat terganggu. Sehingga bayi cenderung rewel akibat sulit bernapas. Sumbatan pada saluran pernapasan ketika batuk pilek ini disebabkan oleh lendir. Maka hal yang harus diperhatikan yaitu dengan mengeluarkan cairan yang menyumbat saluran pernapasan atau hidung. Hal yang sering dilakukan untuk mengeluarkan cairan yaitu dengan melakukan penguapan dan menepuk-nepuk punggung bayi, dimana posisi telungkupdipaha ibu sehingga bayi tetap merasa nyaman. Selain itu, pengambilan cairan juga dapat dilakukan dengan bantuan alat penyedot. Sebelum menyedot cairan dengan alat penyedot sebaiknya meneteskan obat tetes air garam ke lubang buah hati anda.

 

  • Ketika bayi tidur

 

Cara yang harus dilakukan oleh para orang tua ketika bayi mengidap batuk pilek sedang tidur yaitu dengan meninggikan posisi kepala bayi. Cara meninggikan posisi bayi yang mengidap batuk pilek yaitu dengan meletakkan bantal atau gulungan selimut dabawah kepala atau bantal bayi.

 

  • Istirahat yang cukup

 

Anda para orang tua harus memastikan bahwa bayi anda istirahat dengan cukup. Karena saat batuk pilek menyerang bayi cenderung susah tidur sehingga anda para orang tua harus berusaha membuat bayi anda tidur ketika jam atau waktu istirahat atau waktu biasa bayi anda tidur missal saat tidur siang.

  • Berikan makanan yang dapat meringankan batuk
www.pexels.com

Cara ini berlaku bagi bayi yang berusia 6 bulan ke atas. Karena pada usia ini sudah diperbolehkan untuk diberi makanana pendamping asi dengan catatan tekstur makanan harus halus. Pudding yougert atau buah-buahan yang telah dihaluskan atau dapat juga diberikan soup hangat dan minuman hangat sehingga membantu meredakan tenggorokan bayi.

 

  • Memberi madu

 

Madu sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh diantaranya yaitu dapat digunakan untuk terapi batuk. Karena madu mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Namun yang harus menjadi catatan dan perhatian bagi para orang tua yaitu tidak disarankan atau diperbolehkan pemberian madu kepada bayi yang berusia dibawah 12 bulan karena dapat menyebabkan botulisme.

 

Itu semua adalah hal-hal yang dapat dilakukan oleh para ibu ketika sang buah hati mengidap batuk yang disertai flu. Anda bisa mengobatinya dengan menggunakan obat batuk bayi 6 bulan atau dengan cara yang lain seperti yang sudah dipaparkan di atas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *