Pemasaran Online vs Offline

Jika ditanya “apa yang Anda  pikirkan tentang bisnis?”, yang tersirat dipikiran Anda pasti tentang perusahaan dan berjualan. Dalam dunia bisnis sangat perlu yang namanya pemasaran atau marketing. Pemasaran bisa dilakukan secara langsung dari produsen ke konsumen (offline) dan adapula yang melalui media internet (online) untuk memasarkan dalam dunia maya (tidak langsung).

Terdapat banyak perbedaan dari metode pemasaran online dan offline ini. Setiap metode memiliki keunggulan dan tujuan masing-masing. Oleh karena itu, disini akan kita bahas mengenai perbedaan dari pemasaran online vs offline. Berikut ini adalah beberapa perbedaan yang mendasar dari cara pemasaran online dan offline.

Pengenalan Produk

  • Online

Untuk memperkenalkan produk kita, pemasaran online dilakukan melalui sistem internet menggunakan peralatan elektronik, seperti komputer atau smartphone. Pemasaran online ini pada dasarnya menghubungkan penjual dengan calon pelanggan secara tidak langsung melainkan melalui media online yang digunakan.

  • Offline

Sedangkan pemasaran offline dalam pengenalan produknya melalui proses pertemuan antara penjual dengan calon pembeli. Ada dua tipe penjualan offline ini, yakni dengan penjual menghampiri satu persatu calon pembeli dan yang kedua penjual akan menetap di satu tempat (toko) dan melakukan promosi untuk menarik minat orang-orang agar membeli produk.

pixabay.com

Jangkauan

  • Online

Dunia digital mampu menyatukan orang-orang yang berjauhan dalam satu media untuk berinteraksi. Oleh karena itu, pemasaran online memiliki jangkauan yang luas, bisa dari luar kota, luar pulau ataupun luar negeri.

  • Offline

Berbeda dengan online, dalam pemasaran secara offline hanya sebatas menyebarkan brosur atau memasang spanduk. Sehingga jangkauan dari pemasaran ini lebih sempit. Disisi lain, pemasaran offline memerlukan keahlian dalam berbicara untuk menarik orang-orang agar membeli produk.

Strategi Pemasaran

  • Online

Strategi pemasaran secara online biasanya menggunakan poster yang menarik di internet. Selanjutnya disambung dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing) dan media sosial. Dalam media sosial kita bisa menampilkan produk kita dengan kreatifitas kita masing-masing.

  • Offline

Strategi pemasaran yang biasa digunakan yakni dengan menggunakan media cetak seperti membagikan brosur dan memasang spanduk. Selain itu, bisa berkeliling dan bercerita untuk pengenalan produk yang biasa nya dilakukan oleh SPG (Sales Promotion Girl).

pixabay.com

Pengalaman Konsumen

  • Online

Konsumen yang puas setelah membeli produk di toko online akan memberikan testimoni kepuasan mereka di kolom komentar atau mengirimkan foto kepuasan mereka. Meski terlihat sepele, hal ini berdampak langsung terhadap toko online, karena langsung bisa dilihat oleh banyak pelanggan baru yang melihat testimoninya.

 

Calon pelanggan akan lebih percaya dan ingin membeli apabila testimoni pada toko online tersebut bagus begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, jika Anda memiliki toko online, maka jangan lupa untuk meminta testimoni kepada konsumen.

  • Offline

Saat konsumen mendapat suatu produk memiliki harga terjangkau dan kualitas yang bagus, secara tidak langsung akan berdampak terhadap individual konsumen tersebut dengan menjadi pelanggan yang setia.

 

Konsumen yang mendapat pelayanan baik dan ramah dari toko tersebut nantinya akan ada dampak promosi positif yang didapat dari pengalaman mereka dan tidak menutup kemungkinan konsumen tersebut akan merekomendasikan kepada orang yang mereka kenal, sehingga secara tidak langsung terjadi promosi berantai melalui mulut ke mulut. Hal kecil ini akan sangat berdampak pada peningkatan penjualan anda.

pixabay.com

Kelebihan dan Kekurangan

  • Online

Kelebihan

  1. Biaya yang dikeluarkan lebih rendah: biaya pemasaran rendah, karena hanya memerlukan koneksi internet untuk memasarkan produk.
  2. Layanan dapat dilakukan secara 24 jam: penjual dapat melayani atau merespon dimanapun dan kapanpun karena pejualan online bisa menggunakan HP.
  3. Tidak ada batasan geografi: karena menggunakan internet, maka batasan jarak bukanlah menjadi sebuah masalah. Penjual dan pembeli dapat berinteraksi, walaupun tidak bertemu secara langsung.
  4. Flexibel: penjual dapat melayani pembeli saat sedang bersantai di rumah atau dimanapun.

 

Kekurangan

  1. Branding produk belum tentu kuat: produk tidak dipromosikan secara menyeluruh (gambar) tanpa bukti fisik.
  2. Tidak bisa melakukan demo fisik: pemasaran berupa gambar dan video saja dan tidak ada interaksi tatap muka secara langsung.
  • Offline

Kelebihan

  1. Branding produk kuat: dipromosikan secara langsung oleh SPG atau penjual
  2. Produk dapat dilihat dan disentuh oleh calon konsumen: Bentuk sangat berpengaruh terhadap ketertarikan konsumen yang menyangkut pada harga dan kualitas.
  3. Tingkat kepercayaan tinggi: produk dan transaksi jual beli dilakukan melalui kesepakatan dan bertemu secara langsung.
pixabay.com

Kekurangan

  1. Biaya yang dikeluarkan sangat mahal: memerlukan tempat berjual, alat pendukung promosi (brosur, spanduk)
  2. Jangkauan penjualan terbatas: menetap di satu wilayah dengan konsumen yang kemungkinan besar hanya berasal dari daerah tersebut.
  3. Monitoring membutuhkan banyak waktu: masih manual menggunakan pembukuan.

 

Tidak ada salahnya jika menggunakan salah satu atau semua metode pemasaran di atas, yang terpenting adalah memulai untuk mewujudkannya. Sinergimedia.co.id dapat membatu segala jenis pemasaran yang telah kita bahas diatas.

 

“Seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru. Jika Anda ingin melakukannya, lakukanlah sekarang juga. Jika tidak, Anda akan menyesalinya.” — Catherine Cook, CO-founder of MyYearbook

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *